Slow Internet Connection: A Total Turn-Off

November 2, 2007 oleh wijaya

Barusan mo blogging di blogger.com (http://thecodernotes.blogspot.com/) di sela kesibukan kantor, pengen mulai nulis topik baru, “Corel Draw for Programmers”. Tapi seperti biasa kalau siang gini Internet kantor suka ngadat, cuma buat ngebuka halaman Create Post aja harus nunggu ampe jamuran, giliran udah nongol mood buat blogging udah lenyap.

Kayaknya kalau mau aktif blogging musti punya internet yang lebih kenceng deh, kalau nggak topinya pasti berganti dari sesuatu yang positif jadi keluh kesah (ya kayak tulisan ini).

Chinese Antique? (Maybe Yes… Maybe No…)

November 2, 2007 oleh wijaya

Batu Cina

Satu lagi cerita datang dari (atau lebih tepatnya, ke) kantorku. Saat itu sore hari saat otak udah mulai capek, ada bapak tua nongol di pintu kantor nanyain pertanyaan yang aneh. “Punten, disini bossnya orang Cina bukan A’?”, kata bapak itu, aneh kan? Kebetulan (harusnya kesalahan ya?) boss memang bukan orang Cina, tapi aku udah terlanjur tertarik sama apa maunya bapak ini, jadi aku tanya aja.

Ternyata bapak ini seorang pekerja bangunan, bersama 5 orang temannya barusan menemukan dua buah batu bertulisan Cina dan pengen nanyain sama orang Cina kira-kira apa artinya tulisan itu. Ujung-ujungnya sih jelas, bapak itu pengen jual batu-batu itu dengan harga “sekedar untuk beli rokok”, 200 ribu katanya.

Seumur hidup aku nggak pernah menang lotere atau dapet undian berhadiah, jadi aku nggak ambil pusing mikirin siapa tahu batu itu peninggalan Dinasti Sang yang sangat berharga atau apapun, aku justru mikir kali aja batu itu cuma ganjal pintu atau sekedar hiasan murahan dari pasar loak :D

Ada yang tau batu apa ini?

La Doncella, Poor Little Girl from Inca

November 1, 2007 oleh wijaya

La Doncella 

Mummi yang masih terlihat sangat utuh ini berusia 500 tahun dan dinamai La Doncella yang artinya Perawan. Menurut para arkeolog yang menemukannya tahun 1999, gadis berusia sekitar 15 tahun ini adalah korban upacara persembahan  para dewa, ditinggal di atas puncak gunung yang dingin.  

Upacara persembahan ini dinamakan Capacocha, upacara dimulai dengan berjalan ratusan mil kemudian dibawa ke puncak Gunung Llullaillaco, 300 mil dekat perbatasan dengan Chili, dimana anak-anak yang dijadikan persembahan diberi semacam bir bernama chica, setelah tertidur mereka ditaruh dalam ceruk bawah tanah sampai mati membeku.

Would Kill For Money

November 1, 2007 oleh wijaya

Beberapa hari yang lalu aku lagi nyantai di Workshop kantor, tiba-tiba ada anak muda (umurnya nggak mungkin lebih dari 20 tahun) di pintu garasi keliatan agak-agak malu jadi aku samperin. Pas kutanya mau apa, dia cerita.

Dia datang dari Cirebon tanpa orang tua dan tanpa kerjaan, katanya lagi dia mau kerja apa aja buat makan. Waktu itu aku masih biasa aja dan beberapa hari sebelumnya udah ada orang kayak gini dateng dan emang nggak ada kerjaan di perusahaan IT tanpa skill, jadi ya aku bilang aja kalau ngga ada kerjaan disini. Anehnya dia langsung pasrah, trus dia ngomong panjang lebar dengan cara sesopan yang dia bisa, disini aku dah berprasangka buruk kalau pasti dia mau minta uang, dan emang banyak orang yang pakai cara ini buat nyari duit. Bener, dia minta uang, tapi aku kaget denger jumlanya, 500 perak buat beli minum. My heart just broke, langsung kebayang gimana dia bisa nyampe Bandung, gimana dia bisa balik lagi, dia bakalan tidur dimana, makan apa. Langsung kurogoh kantong, tapi anehnya diantara perasaan iba masih ada perasaan takut dan curiga jadi aku nggak ngasih uang dengan jumlah cukup, cuma apa yang ada di kantongku, beberapa ribu perak. Maklum begitu banyak cerita yang menyudutkan kaum papa, bahwa mereka itu banyak yang jahat, banyak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Setelah dia pergi, aku nyesel banget. I could’ve done more than just give him few coins! Bisa aja kukasih duit yang agak cukupan, kasih tau dimana dia mungkin bisa nyari kerja, at least traktir dia beberapa koran dan suruh dia nyari di bagian lowongan. Anak itu bahkan mungkin belum makan dari kemaren! Even good guys can go bad, kalau anak sesopan itu sampai kepepet bukan nggak mungkin dia bakal nyuri atau ngerampok, sumpah nyesel banget :(

Jadi inget beberapa tahun lalu ada cerita dari sebuah kawasan pertokoan di Jogja. Ada laki-laki yang berjalan dari toko ke toko menawarkan “jasa”-nya. Ke setiap pemilik toko dia nawarin buat ngebunuh saingannya, siapa aja cukup dengan tarif 500rb plus dia titip anak istrinya. Sakin kepepetnya sama keadaannya, dia dengan sukarela bakal nyerahin diri ke polisi siap dan dengan konsekuensinya. Mengerikan, gimana kalau kita jadi pemilik toko, kalau kita waras pasti kita tolak. Tapi bayangin aja, mungkin ada pemilik toko lain yang merasa kita saingannya bisa aja nyuruh laki-laki itu bunuh kita, mengerikan.

Reaksi orang pas denger cerita semacam ini mungkin cuma “Ah, udah biasa cerita kayak gitu”. Tapi mendengar ada hal semacam ini dan benar-benar melihat dengan mata kepala sendiri adalah sesuatu yang sangat berbeda, it leaves you mark.

Mouth: The Best Marketing Tool

November 1, 2007 oleh wijaya

Eh, ternyata mulut tuh emang senjata terampuh buat ngejual sesuatu yah? Hari ini cerita ma temen klo barusan install Safari 3.0 Beta dan pas liat blom ada yang pake (tapi banyak yang pengen), maklum Internet kantor pas-pasan buat download installernya Safari yang hampir 30MB, I instantly brag about it! Hihihi..

Kubilang aja tampilannya simple tapi keren, anti-aliasingnya enak di mata, lebih kenceng, blah..blah..blah.. langsung deh pada ngiler minta dibagi installernya. Ternyata emang iklan efeknya nggak akan sedahsyat rekomendasi sesama manusia.

Hmm.. should I charge them for the installer? Becanda kok.. :p

Internet Down, I repeat, Internet is Down!

November 1, 2007 oleh wijaya

Gimana perasaanmu kalau pagi-pagi dateng ke kantor trus Internet mati? Beda-beda kali ya.. yang jelas buat kuli IT sepertiku, it’s frustrating! Persis seperti pagi ini pas masuk langsung dikasih tau ama temen dengan wajah kuyu kalau Internet mati, langsung deh semangat kerja ilang.

Masalahnya bukan gara-gara mo browsing hiburan (yah, itu juga sih :p), tapi buat kuli IT tiap hari selalu harus belajar sesuatu yang baru atau paling ngga ada masalah yang pernah dialamin tapi udah lupa (trus males inget-ingetnya), paling enak kalau ada Google didepan mata. Apalagi buat kuli IT tipe kuli IT sejati di perusahaan kecil (dengan pekerjaan kegedean) sepertiku harus ngerti banyak hal, dengan kata lain ngga ada yang namanya spesialisasi. Harus bisa ngepel sampai presentasi (eh.. ngga sedrastis itu kali heheh..).

Intinya, I love Internet and I just couldn’t live without it.. bahaya ya?

Safari 3.0 Beta, Just Installed

Oktober 31, 2007 oleh wijaya

03.45 AM:

Bangun pagi langsung cek status download Safari 3.0 Beta for Windows yang udah start dari malemnya, maklum pake koneksi GPRS yang katanya unlimited quota ini ternyata badwidthnya bener-bener limited, apalagi konek pake hp jaman jebot. Anyway, download sukses trus langsung install di PC dengan Windows XP.The browser that focus on the web not the browser, kira-kira begitulah kata slogannya kalau nggak salah inget.

Memang ada benernya sih, di resolusi 1280 x 1024 ruang browsing cukup lega, toolbar dibikin brief, nggak ada icon-icon yang mendominasi pandangan. Desainnya QuickTime banget (ngga berani mo bilang Mac banget, soalnya ngga pernah pegang) dengan warna metallic dan kalau buat buka Web efek anti aliasnya entah kenapa lebih sejuk di mata, pokoknya Mac banget lah. Masalah speed sebenernya yang paling bikin penasaran, ada yang bilang 2 kali lebih cepat dari IE, 1.6 kali lebih cepat dari Firefox. Belum sempat diuji secara klinis (eh.. apa istilahnya? :p) tapi rasanya sih memang lebih cepat dikit, sepertinya lebih karena sugesti ya? :) ) Oh ya, yang jelas efek anti alias (atau apapun itu) bikin baca dan nulis di layar lebih enak di mata!

Tidur lagi ah sebelum berangkat kerja.. :”>