Arsip untuk Desember, 2007

Tentang Kolesterol

Desember 2, 2007

Gara-gara denger presentasi tentang kegagalan anak muda jaman sekarang dalam tes kesehatan sewaktu event rekruitment Telkom jadi nyari informasi tentang Kolesterol. Tulisan ini disadur dari beberapa artikel dari Web..

TENTANG KOLESTEROL

Sebenarnya apa fungsi kolesterol dalam tubuh kita? Ia diperlukan dalam berbagai proses metabolisme. Misalnya, selain sebagai bahan pembentuk dinding sel, kolesterol juga dibutuhkan untuk membuat vitamin D. Bahan ini juga berperan dalam penyusunan hormon-hormon steroid, termasuk hormon seks dan kortikosteroid. Demikian juga pembuatan asam empedu yang digunakan untuk mengemulsi lemak. Kolesterol dibuat dalam hati dan usus halus, tapi “rumahnya” ada di darah. Ia terangkum dalam ikatan lipoprotein, yang terdiri atas chylomicron, VLDL (very low density lipoprotein), LDL(low density lipoprotein) dan HDL(high density lipoprotein).

Lipoprotein tersebut masing-masing mempunyai fungsi. Chyclomicron mengangkut kolesterol yang baru saja dibentuk dalam usus halus untuk kemudian dibawa ke limpa. VLDL bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadangan energi. LDL mengangkut kolesterol di dalam plasma darah untuk keperluan pertukaran zat. Sayang, dalam menjalankan tugasnya partikel-partikel LDL mudah menempel pada dinding pembuluh koroner. Sementara HDL berperan menangkap kolesterol bebas dari sel-sel membran yang mati, untuk diangkut kembali ke dalam hati. Karena itu HDL dikenal sebagai kolesterol yang baik.

Untuk menilai apakah kadar kolesterol seseorang tinggi atau rendah, harus dilihat pada kadar LDL dan HDL kolesterolnya. Pada tahun 1993 – 1994 NCEP(National Cholesterol Educational Program) memberikan batasan, kadar LDL maksimal bagi orang sehat berisiko rendah (kurang dari dua risiko terhadap PJK), adalah 190 mg/dl, idealnya 160 mg/dl. Bagi orang sehat (bukan penderita PJK atau stroke) yang mempunyai faktor risiko di atas dua, kadar maksimal LDL 160 mg/dl, idealnya 130 mg/dl. Sementara seorang penderita PJK atau stroke, LDL maksimalnya 130 mg/dl, idealnya 100 mg/dl atau di bawahnya. Untuk melihat apakah seseorang berisiko PJK, bagilah kolesterol total dengan kadar HDL. Rasio yang diperoleh tidak boleh lebih dari 4,5.

PENGOBATAN

Olahraga yang bagaimana yang efektif menurunkan kadar kolesterol? Oleh dr. Tedjasukmana disarankan untuk melakukan olahraga yang melibatkan otot-otot besar tubuh, paha dan lengan atas serta pinggul. Bisa disebut: senam aerobik, jalan kaki, berenang, joging, atau bersepeda; lakukan paling tidak tiga kali seminggu masing-masing 1 jam. Lima sampai sepuluh menit pertama digunakan untuk pemanasan, 30 menit untuk olahraga, dan 10 menit terakhir pendinginan. Olahraga dilakukan secara bertahap dan progresif. Setelah 30 menit berolahraga, detak nadi diukur yakni 70% dari nadi maksimum. Yang sudah menginjak usia setengah baya ke atas, sebelum melaksanakan olahraga rutin hendaknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah dirinya mengidap penyakit degeneratif, seperti hipertensi, PJK, atau diabetes.

“Nikmatilah olahraga yang kita lakukan, jangan merasa terpaksa, karena olahraga harus dilakukan secara rutin seumur hidup,” katanya. Olahraga teratur, selain membuat kadar kolesterol menjadi normal, tekanan darah dan kadar gula darah pun ikut jadi normal, serta dapat mencegah terjadinya osteoporosis (kekeroposan tulang).

Olahraga teratur saja belum cukup, tapi masih harus disertai diet rendah lemak. Dalam makanan ada 3 macam lemak yakni saturated (lemak jenuh), monounsaturated (lemak tak jenuh tunggal), dan polyunsaturated (lemak tak jenuh ganda). Makanan seperti kuning telur, jerohan, otak sapi mengandung minyak jenuh sehingga harus dihindari. Makanan laut seperti udang dan kepiting, yang mengandung minyak tak jenuh tunggal, masih boleh dikonsumsi meski dalam jumlah terbatas. Sedangkan ikan yang berasal dari laut dalam (tenggiri, tuna), yang mengandung minyak tak jenuh ganda dan Omega 3 hendaknya banyak dikonsumsi karena dapat membantu menaikkan HDL dan menurunkan LDL. “Idealnya konsumsi makanan kita mengandung lemak di bawah 30%, karbohidrat 50-60%, dan protein 20%. Konsumsi makanan berkolesterol jangan sampai lebih dari 300 mg/hari. Hentikan juga kebiasaan merokok yang dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah.

Untuk solusi tradisionalny, kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ons air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10 persen dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari2 meringankan gangguan kolesterol.

Sumber
http://www.indomedia.com/intisari/1999/november/kolesterol.htm
http://www.mail-archive.com/eben-net@yahoogroups.com/msg01785.html

Fakta Mengejutkan dari Tes Kesehatan

Desember 2, 2007

Kemaren pagi (Sabtu, 1/12/2007) ada presentasi dan rekruitmen PT Telkom Tbk di ITB, ada fakta yang cukup mengejutkanku sebagai generasi muda (ngga terlalu muda banget sih) saat kepala rekruitmen dari Telkom ngasih tips-nya. Tingkat kegagalan tes kesehatan meningkat drastis dibanding pada jamannya (bapak ini kuliahnya angkatan 80, hehe.. jadul banget memang), saat itu tingkat kegagalan saringan tes kesehatan cuma sekitar 2-3%. Bisa dibilang ketika kita sampai pada tes kesehatan itu artinya hampir 100% pasti keterima.

Sekarang ini tingkat kegagalan naik drastis sampai 30%, gila kan? Masalahnya kesehatan anak muda jaman sekarang sudah saking bobroknya karena pengaruh gaya hidup, lingkungan, dan terutama karena makanan. Bapak kepala rekruitmen bilang ada 2 hal yang dominan menjadi batu sandungan peserta tes adalah masalah tingkat kolesterol dan kemampuan pendengaran. Kalau masalah kolesterol jelas penyebabnya, sekarang lagi populer gaya hidup instan diantaranya kebiasaan mengkonsumsi junkfood, akibatnya banyak anak muda (dibawah 25 tahun) yang kadar kolesterolnya sampai diatas 200mg/dl (normal harus dibawah angka itu). Kalau masalah pendengaran menurut bapak ini karena ini jamannya iPod, banyak anak muda yang kemampuan pendengarannya turun sampai dibawah ambang batas normal gara-gara kebiasaan pakai earphone. Serem juga ya? Balik dari presentasi itu langsung deh aku berjanji bakalan lebih hati-hati kalau makan dan banyak olahraga. Bayangin aja kalau umur 20 tahunan udah kena kolesterol dan gangguan pendengaran, bisa nggak kira-kira ngelewatin umur 40? Kalaupun lewat bisa-bisa jadi orang tua budek yang jantungan, hiii…