New Profession: Indonesian Corruptor

By wijaya

Laksamana Sukardi jadi tersangka kasus korupsi. Kok perasaan sekarang makin sering ada pejabat yang jadi tersangka kasus korupsi, sampai udah nggak kerasa heboh lagi, ini gawat. Memang ini bisa jadi pertanda negara kita bakal membaik, tapi melihat dari sisi lain ini juga bisa jadi pertanda buruk. Gimana kalau ternyata koruptor yang sering disebut tikus di media massa memang benar-benar mirip tikus? Tikus punya daya tahan yang luar biasa dan cuma bisa dibasmi dengan sesuatu yang benar-benar mematikan, sianida misalnya. Nah, jangan-jangan koruptor-koruptor kita ini nantinya bakalan kebal dan nggak malu lagi dengan siklus suspect-humiliate-capture-release.

Bakalan lebih gila lagi kalau nantinya terpidana korupsi jadi suatu profesi yang mentereng. Istri-istri dan anak-anak koruptor bisa dengan entengnya bilang, oh suamiku lagi dipenjara beberapa bulan, maklum kemaren barusan nambah deposito 10M. Atau si anak bisa bilang ke temennya, papaku lagi kerja di bui pulangnya setahun lagi (nah lo, dipenjara karena korupsi dibilang kerja).

Bisa juga nanti ada bisnis baru, pinjaman uang dengan cicilan penjara. Jadi nasabah harus mau dijadikan tersangka koruptor trus cicilannya kurungan penjara. Hmm.. ide bagus ya? Langsung kabayang headline iklannya nih, ”Pinjaman 1M cicilan penjara 2 minggu setiap bulan selama dua tahun, dapatkan bonus TV berwarna di sel anda”.

Ada yang mau jadi investor? Hehehehe..

Tinggalkan Balasan