Hari Sabtu kemaren (03/11/2007) ada kecelakaan kereta di jalur Bandung-Jakarta tepatnya di stasiun Plered, kalau dari arah Bandung stasiun ini tepat berada sebelum Stasiun Purwakarta. Menurut penjelasan awak kereta, ada gerbong pembangkit lepa, meluncur turun, dan ditabrak kereta dari arah berlawanan. Ada korban luka dan bahkan meninggal, lebih lengkap bisa dilihat di Kompas (http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0711/03/223004.htm).
Ada pengalaman menarik sekaligus kurang menyenangkan waktu aku kebetulan jadi penumpang Argo Gede dari Jakarta yang berangkat pukul 14.45, sekitar 30 menit setelah kecelakaan itu. Sesaat sebelum sampai di Stasiun Purwakarta kereta berhenti, penumpang diberitahu kalau terjadi kecelakaan jadi kereta harus berhenti di Stasiun Purwakarta dan penumpang akan melanjutkan perjalanan dengan bis, oke lah pikirku, kecelakaan biasa terjadi dan bukan sepenuhnya salah mereka. Sesaat kemudian kami sampai di stasiun Purwakarta, kami segera turun dan menuju halaman stasiun, disinilah pengalaman kurang menyenangkan dimulai. Dari luar bis-bis yang disediakan jelas kelihatan kurang pantas untuk tiket yang kami bayar dan dari dalam lebih parah lagi. Kami membayar tiket kereta eksekutif paling mahal dan sekarang harus naik bis kota tua. Jadilah kami semua naik bis kota dengan kecepatan rata-rata 40km/jam merambat melewati jalan tol yang dominan menanjak, bukan masalah besar sebenarnya seandainya kami tidak harus membayar penuh untuk tiket kereta eksekutif.
Satu hal yang sangat kusyukuri adalah istriku yang sedang hamil 3 bulan kutinggal sehari di Jakarta untuk berkangen-kangenan bersama keluarga besarnya. Aku bisa stress kalau seandainya istriku yang sedang mengandung anak pertama kami harus naik bis bobrok yang merayap sambil berguncang-guncang sepanjang perjalanan Purwakarta-Bandung. Sepertinya pihak PT KAI kurang berpikir, kalau mungkin orang-orang yang mengambil tiket eksekutif mungkin bukan sekedar kelebihan duit, tapi juga mungkin karena kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan mereka naik kereta eksekutif.

