Arsip untuk November, 2007

GMail is getting slower?

November 9, 2007

Sekitar 2-3 hari lalu tampilan dan behaviour GMail agak berubah, perubahan pertama terasa pada halaman warning kalau internet kita slow dan disarankan pakai HTML version fontnya agak berubah. Ada lagi sekarang sepertinya GMail bisa mendeteksi adanya Firebug yang terinstall dan menyarankan untuk mematikannya karena bisa memperlambat akses GMail, dan beberapa perubahan minor lain.

Tapi yang paling mengganggu GMail sekarang sepertinya lebih lambat, di koneksi kantor maupun rumah aku nggak pernah bisa lagi akses GMail versi standar, selalu ke versi HTML. Memang akses internet kantor dan rumah cukup lemot, tapi sebelumnya selalu berhasil masuk ke versi standar. Apa yang salah ya..? :(

Wanted: Reliable Programmer

November 7, 2007

Kenapa ya susahnya minta ampun cari partner kerja IT yang reliable, udah berkali-kali kerjasama ama orang kebanyakan kalau nggak mangkir, kerjaan nggak bener, ya jadi beban. Memang ada sih yang kerjaannya bagus dan bertanggung jawab, tapi susah banget dicarinya. Mungkin karena kerjaan IT memang cenderung berat dan butuh disiplin tinggi, yah.. makanya programmer sering disebut “Kuli IT”.

Dulu waktu masih tinggal di Jogja, waktu dapetnya kerjaan IT cuma yang “receh-receh” banyak temen pekerja keras dan loyal, tapi karena masalah finansial (karena dapetnya cuma receh) kami terpaksa berpisah ke jalan masing-masing. Sekarang udah pindah ke Bandung dimana kerjaan IT lumayan dihargai, ketemunya orang-orang nggak kompeten dan nggak loyal yang bikin repot.

Kayak sekarang ini terpaksa lembur karena cleaning up somebody’s mess.. God help me..

 

Xplor Website Full Flash! Pretty But Stupid..

November 7, 2007

Coba buka website Xplor di http://www.xl.co.id/Xplor/, full Flash! maksudnya apa nih? pengen tampil cakep? tapi kok caranya praktis dan bodoh gini. Kayak nggak tau aja sebagian besar pemakai internet di Indonesia masih menikmati koneksi super lemot, bahkan XL sendiri (seperti kutulis di Post sebelumnya) cuma ngasih 8KBps buat koneksi unlimited di XL Corporate.

Kalau  buka Web ini harus nunggu loading (sampai jenggotan), cuma buat lihat halaman mukanya, ok setelah sekian lama akhirnya kebuka. Pas klik pengen lihat salah satu menu, eeh.. loading, disuruh nunggu lagi! Apa iya website kayak gini bisa narik banyak peminat, kayaknya XL harus mikir lagi deh kalau pengen banyak orang bisa menikmati informasi di webnya, bayangin calon pelanggan dateng ke webnya buat belajar tentang Xplor tapi disuruh nunggu loading. Langsung hilang selera!

XL Corporate: Lumayan, tapi…

November 7, 2007

Baru satu bulan ini langganan XL Corporate, pas pertama kali nyoba kebetulan di Jogja karena pas mudik lebaran, kesan pertama lumayan asyik. Limit yang dibilang 64Kbps (8KBps) terpenuhi sesuai janji dan stabil, walaupun speed ini baru bisa dicapai kalau pakai HP 3G, kalau pakai HP GPRS yang jaman dulu (aku pakai S45) speed yang didapat sekitar 5.5KBps. Kalau yang basa pakai akses broadband jelas ketawa denger kecepatan segini, tapi buat rata-rata pengguna internet di negeri kita tercinta jelas sudah bisa dibilang angin segar.

Pengalaman kurang menyenangkan terjadi waktu pulang ke Bandung, XL Corporate kurang memberikan performa yang memuaskan di wilayah urban dengan densitas  tinggi (aku tinggal dekat Istana Plaza). Speed maksimumnya masih sama, tapi kurang responsif alias banyak idle, mungkin karena pemakai XL terlalu banyak untuk satu BTS. Satu lagi, idle terbanyak rasanya terjadi saat malam di hari kerja, kalau siang masih cukup bagus. Memang sewaktu di Jogja aku tinggal di wilayah pinggiran kota dan dengan sinyal penuh.

So far masih cukup betah pakai XL Corporate walaupun tarif cukup mahal (275rb/bulan), tapi mulai tidak nyaman karena harus pakai kartu khusus. Kartu ini nggak bisa dipakai buat Telepon atau SMS sehingga harus ada satu device yang dedicated, jelas nggak nyaman banget untuk dibawa-bawa berinternet di jalan karena pilihannya cuma pakai device khusus atau harus menggonta-ganti kartu. Lagian setelah dilihat-lihat dengan kesibukan kerja, ada internet di kantor, plus istri sedang hamil jadi males ngapa-ngapain, pemakaian XL Corporate nggak nyampai 1GB. Mungkin mau pindah ke XL Data Plan yang 250MB (99rb/bulan, bisa pakai kartu XPlor-ku) atau ke Speedy 1GB cuma 200rb/bulan dapet bonus modem gratis lagi!

Did Safari Kill My PC?

November 6, 2007

Kejadiannya dua hari yang lalu, tapi baru sempet nulis karena ada keluarga dateng jadi kinda busy. Sebelum kejadian sempet baca artikel yang agak “kontra” terhadap Safari menyebutkan kalau ternyata ada security hole yang cukup parah di Safari dan sempet jadi bulan-bulanan untuk diexploit dan Apple tergopoh-gopoh merelease security patch. Sayangnya link ke artikel ini nggak kesimpen karena waktu itu nggak terasa penting.

Pas lagi enak-enaknya browsing pake Safari tiba-tiba ada pesan error pendek, yang intinya folder System32 corrupt dan nggak bisa baca something. Kupikir cuma karena Safari masih Beta jadi banyak aneh-anehnya, karena di komputer lain sempet kejadian fungsi untuk Save Web Page juga ngadat. Paginya waktu ngidupin komputer baru ketauan, ternyata WindowsXP-ku telah terinfiltrasi dan dihancurkan folder System32-nya sampai lumpuh nggak bisa booting. Damn! udah lama banget ngga ada kejadian kayak gini karena PC-ku yang kena serangan ini cenderung secure, selain karena nggak pernah “disentuh” file-file dari dunia luar juga antivirusnya (AVG Free Edition) selalu update.

Safari did this? Entahlah, tapi aku memilih berburuk sangka dan menuduhnya, sekarang nggak mau lagi pakai Safari, at least selama masih Beta version.

Kecelakaan Kereta Api Argo Gede

November 4, 2007

Hari Sabtu kemaren (03/11/2007) ada kecelakaan kereta di jalur Bandung-Jakarta tepatnya di stasiun Plered, kalau dari arah Bandung stasiun ini tepat berada sebelum Stasiun Purwakarta. Menurut penjelasan awak kereta, ada gerbong pembangkit lepa, meluncur turun, dan ditabrak kereta dari arah berlawanan. Ada korban luka dan bahkan meninggal, lebih lengkap bisa dilihat di Kompas (http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0711/03/223004.htm).

Ada pengalaman menarik sekaligus kurang menyenangkan waktu aku kebetulan jadi penumpang Argo Gede dari Jakarta yang berangkat pukul 14.45, sekitar 30 menit setelah kecelakaan itu. Sesaat sebelum sampai di Stasiun Purwakarta kereta berhenti, penumpang diberitahu kalau terjadi kecelakaan jadi kereta harus berhenti di Stasiun Purwakarta dan penumpang akan melanjutkan perjalanan dengan bis, oke lah pikirku, kecelakaan biasa terjadi dan bukan sepenuhnya salah mereka. Sesaat kemudian kami sampai di stasiun Purwakarta, kami segera turun dan menuju halaman stasiun, disinilah pengalaman kurang menyenangkan dimulai. Dari luar bis-bis yang disediakan jelas kelihatan kurang pantas untuk tiket yang kami bayar dan dari dalam lebih parah lagi. Kami membayar tiket kereta eksekutif paling mahal dan sekarang harus naik bis kota tua. Jadilah kami semua naik bis kota dengan kecepatan rata-rata 40km/jam merambat melewati jalan tol yang dominan menanjak, bukan masalah besar sebenarnya seandainya kami tidak harus membayar penuh untuk tiket kereta eksekutif.

Kereta Argo GedeBus Kota

Satu hal yang sangat kusyukuri adalah istriku yang sedang hamil 3 bulan kutinggal sehari di Jakarta untuk berkangen-kangenan bersama keluarga besarnya. Aku bisa stress kalau seandainya istriku yang sedang mengandung anak pertama kami harus naik bis bobrok yang merayap sambil berguncang-guncang sepanjang perjalanan Purwakarta-Bandung. Sepertinya pihak PT KAI kurang berpikir, kalau mungkin orang-orang yang mengambil tiket eksekutif mungkin bukan sekedar kelebihan duit, tapi juga mungkin karena kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan mereka naik kereta eksekutif.

New Profession: Indonesian Corruptor

November 4, 2007

Laksamana Sukardi jadi tersangka kasus korupsi. Kok perasaan sekarang makin sering ada pejabat yang jadi tersangka kasus korupsi, sampai udah nggak kerasa heboh lagi, ini gawat. Memang ini bisa jadi pertanda negara kita bakal membaik, tapi melihat dari sisi lain ini juga bisa jadi pertanda buruk. Gimana kalau ternyata koruptor yang sering disebut tikus di media massa memang benar-benar mirip tikus? Tikus punya daya tahan yang luar biasa dan cuma bisa dibasmi dengan sesuatu yang benar-benar mematikan, sianida misalnya. Nah, jangan-jangan koruptor-koruptor kita ini nantinya bakalan kebal dan nggak malu lagi dengan siklus suspect-humiliate-capture-release.

Bakalan lebih gila lagi kalau nantinya terpidana korupsi jadi suatu profesi yang mentereng. Istri-istri dan anak-anak koruptor bisa dengan entengnya bilang, oh suamiku lagi dipenjara beberapa bulan, maklum kemaren barusan nambah deposito 10M. Atau si anak bisa bilang ke temennya, papaku lagi kerja di bui pulangnya setahun lagi (nah lo, dipenjara karena korupsi dibilang kerja).

Bisa juga nanti ada bisnis baru, pinjaman uang dengan cicilan penjara. Jadi nasabah harus mau dijadikan tersangka koruptor trus cicilannya kurungan penjara. Hmm.. ide bagus ya? Langsung kabayang headline iklannya nih, ”Pinjaman 1M cicilan penjara 2 minggu setiap bulan selama dua tahun, dapatkan bonus TV berwarna di sel anda”.

Ada yang mau jadi investor? Hehehehe..

Safari Rendering VS Microsoft ClearType

November 2, 2007

Lagi-lagi tentang Safari 3.0 Beta yang barusan diinstall di WindowsXP. Gara-gara nyobain browser terbaru dari Apple yang hasil renderingnya lembut dan nyaman di mata ini sekarang jadi agak males liat font “bergerigi” di browser lain, padahal sebagai Web Developer jelas dong Firefox udah terlanjur jadi browser andalan karena segudang development tools yang tersedia.

Tiba-tiba keinget kalau Microsoft® punya ClearType™, teknologi yang aslinya buat melembutkan tampilan font Microsoft Reader™ di layar LCD supaya lebih mirip cetakan di kertas sehingga “improve readability” (kata Microsoft). ClearType ini termasuk dalam paket WindowsXP PowerToys, yaitu sekumpulan software gratis untuk improvement Sistem Operasi WindowsXP. Beberapa menit kemudian setelah search Google, ClearType Tuner (software buat setting ClearType di WindowsXP) telah terdownload dan terinstall di laptopku. Nah, sekarang tampilan laptopku tampak sedikit lebih nyaman, nggak akan terlalu berasa drastis lagi kalau pindah dari Safari ke software lain.

Masalahnya pas kucoba install ke PC rumah yang masih pake monitor Cathode Ray Tube atau CRT alias monitor konvensional, ternyata tampilan font malah jadi rada kabur. memang kalau di layar CRT secara alami sebenarnya font mendapat efek anti-alias (penghalusan) karena pixel pada monitor ini tidak setajam pada LCD. Ternyata Microsoft ClearType memang dirancang untuk monitor LCD, sedangkan Safari menampilkan hasil rendering yang tetap cantik di monitor LCD maupun CRT.

Buat yang mau nyoba ClearType bisa download ClearType Tuner disini, jangan khawatir cuma sekitar 2.5MB kok, bahkan dengan koneksi internet menyedihkan (seperti di kantorku ini) cuma makan waktu beberapa menit.

Slow Internet Connection: A Total Turn-Off

November 2, 2007

Barusan mo blogging di blogger.com (http://thecodernotes.blogspot.com/) di sela kesibukan kantor, pengen mulai nulis topik baru, “Corel Draw for Programmers”. Tapi seperti biasa kalau siang gini Internet kantor suka ngadat, cuma buat ngebuka halaman Create Post aja harus nunggu ampe jamuran, giliran udah nongol mood buat blogging udah lenyap.

Kayaknya kalau mau aktif blogging musti punya internet yang lebih kenceng deh, kalau nggak topinya pasti berganti dari sesuatu yang positif jadi keluh kesah (ya kayak tulisan ini).

Chinese Antique? (Maybe Yes… Maybe No…)

November 2, 2007

Batu Cina

Satu lagi cerita datang dari (atau lebih tepatnya, ke) kantorku. Saat itu sore hari saat otak udah mulai capek, ada bapak tua nongol di pintu kantor nanyain pertanyaan yang aneh. “Punten, disini bossnya orang Cina bukan A’?”, kata bapak itu, aneh kan? Kebetulan (harusnya kesalahan ya?) boss memang bukan orang Cina, tapi aku udah terlanjur tertarik sama apa maunya bapak ini, jadi aku tanya aja.

Ternyata bapak ini seorang pekerja bangunan, bersama 5 orang temannya barusan menemukan dua buah batu bertulisan Cina dan pengen nanyain sama orang Cina kira-kira apa artinya tulisan itu. Ujung-ujungnya sih jelas, bapak itu pengen jual batu-batu itu dengan harga “sekedar untuk beli rokok”, 200 ribu katanya.

Seumur hidup aku nggak pernah menang lotere atau dapet undian berhadiah, jadi aku nggak ambil pusing mikirin siapa tahu batu itu peninggalan Dinasti Sang yang sangat berharga atau apapun, aku justru mikir kali aja batu itu cuma ganjal pintu atau sekedar hiasan murahan dari pasar loak :D

Ada yang tau batu apa ini?